Berikutnya hadir single Laki-Laki Bae, yang liriknya menggunakan bahasa Ambon namun penggarapan aransemennya sangat Pop Indonesia. Bahkan penggarapannya dilakukan semua di Ambon. Lewat Laki-Laki Bae, Beto Habibu melihat lagu-lagu daerah bisa mengambil hati pendengar Indonesia.
Ada satu kejutan dimana lagu Laki-Laki Bae itu direcording, mixing, dan semuanya di Ambon. Semua dilakukan oleh putra putri daerah dengan menggandeng The Best Arranger Kota Ambon Jimmy Risakotta, videografer Gotlif Sopamena, dan mixingnya Jerry.

“Itu adalah sebuah peluang dan saya ingin memperkenalkan kembali bahasa Ambon untuk masuk lagi ke industri musik Indonesia, dalam konsep musik Pop Indonesia banget terutama dari segi musiknya. Sekaligus mengajak untuk berani mencoba berbuat sesuatu yang keluar dari zona nyamannya. Meski tampaknya melawan arus, tetapi unsurnya pop Indonesia sangat kuat sekali”, jelas Beto Habibu.
Mengajak untuk bergerak untuk melakukan sesuatu atau berkarya karena mereka itu rata-rata memiliki potensi dan harus menciptakan karya yang luar biasa, lanjutnya, agar orang-orang atau masyarakat itu tahu bahwa di Ambon itu memiliki anak-anak yang berpotensi. Tak heran Kota Ambon ditasbihkan menjadi Kota Musik oleh UNESCO.




