“Semuanya, sebanyak 5.000 personel tambahan ini terdiri atas kekuatan dengan mobilitas tinggi dan sangat fleksibel, yang mampu melakukan banyak misi,” sebut seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya.
“Mereka dikerahkan untuk memberi jaminan kepada sekutu-sekutu NATO kita, menangkal setiap potensi agresi apapun terhadap sayap timur NATO, berlatih dengan pasukan negara tuan rumah, dan berkontribusi pada berbagai kemungkinan,” imbuhnya.
(red/detikcom)




