Terkait pernyataan salah satu pengurus DPD Golkar Maluku Subhan Pattimahu yang mempermasalahkan penunjukan MAS Latuconsina selaku Ketua Tim Pemenangan Airlangga Hartarto, Ridwan mengatakan penunjukan tersebut telah melalui pembahasan dari sekitar lima nama yang muncul saat rapat dimaksud.
Dari nama-nama itu, kemudian forum menyepakati MAS Latuconsina atau Sam Latuconsina sebagai ketua relawan.
“Jadi setelah disetujui forum, Saya kemudian menelepon Sam untuk menyampaikan hasil rapat. Saya juga yang meminta Ketua DPD untuk berbicara dengan Sam. Jadi bukan seperti yang dibilang Subhan itu,” ujarnya.
Marasabessye menambahkan pembentukan Tim relawan ini juga telah melalui kalkulasi politik bahwa untuk menjadikan Airlangga Hartarto sebagai presiden, tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan struktural partai Golkar semata, tetapi harus merangkul dan melibatkan sebanyak mungkin potensi politik dan masyarakat luas.
Ridwan bilang, keputusan ini tidak berarti menafikan ketokohan banyak kader Partai Golkar di Maluku, melainkan karena prasyarat bahwa Tim Relawan harus dari luar struktur pengurus dan bukan kader Partai Golkar.
“Jadi contohnya Ketua Tim Relawan Nasional yang dipimpin oleh Nia Kusuma yang juga bukan kader Partai Golkar. Intinya kita ingin berbuat yang terbaik demi kemenangan Partai Golkar dan menjadikan Airlangga Hartarto sebagai presiden,” pungkasnya. (Tim)









