Rofik: Virus Corona Bisa Tersebar Dimana-mana

oleh -192 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon : Terpaparnya masyarakat akan corona virus atau covid-19, bisa terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin, di gedung DPRD Maluku.

”Berbicara mengenai Pandemic Covid-19 atau Virus Corona, bisa terjadi dimana-mana dan siapa saja bisa terpapar. Covid 19 virus corona ini di bisa beredar dimana saja dan siapa saja bisa terpapar,” katanya.
Contoh konkrit, akunya, yakni adanya kasus terkonfirmasi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Padahal, tegasnya, lokasi ini jauh dari tingkat keramaian.

”Bisa saja dia kenal virus di kapal yang dia naiki. Makanya saya selaku wakil rakyat mau menanyakan, anak buah kapal (ABK) semua harus di-swab berlaku 7 hari dan kalau dia berjalan 7 hari. Kalau tidak swab, di-Rapid Test, sesuai dengan aturannya sehingga dia clear juga. Dan kapal-kapal juga harus disemprot dengan disinfektan dan dibersihkan sama seperti di ruang-ruang rapat kerja di dewan udah harus dilakukan sehingga tidak kemudian kita tidak saling menuduh menuduh satu dengan yang lain, jangan hanya soal administrasi, surat keterangan ini lalu menjadi persoalan kita,” jelasnya.

Baca Juga  Ambon Terpilih Sebagai Kota Musik Dunia, Menteri Wishnutama: Harus Ada Even Musik Skala Besar Disana

Disesalinya masih saja ada masyarakat yang membandel dengan menggunakan jalur transportaqsi alternatif, sehingga berpeluang terpapar virus dimaksud.

”Soal jalan-jalan tikus, masyarakat punya cara sampai di tujuan dan kita hanya mengunci wilayah-wilayah pelabuhan saja, tapi jalan-jalan lain masih ada. Kalau hanya kita berfikir normatif dalam memahami virus ini ya begini. Dan secara tiba-tiba katong panik dengan pasien yang terkonfirmasi. Masyarakat bisa panik dan bisa mati karena panik. Padahal ini virus sama hal juga dengan penyakit TBC, Malaria, Deman dan sebaginya. Sekarang yang harus disapkan mental pada diri kita masing-masing”, ujar Rofik.

“Sekarang Masyarakat harus siap mentalitasi sama sama dengan barang ini.
Seakan-akan katong hari ini punya mindset orang di Indonesia ini meninggal baru 1500 orang, orang yang sakit baru 27 ribu orang. seakan-akan tiap hari katong mendengar berita tentang orang meninggal, sakit dan sembuh dan sebagainya. Coba dibuka setiap hari, banyak orang meninggal.” tuturnya.

Baca Juga  Polda Maluku Gelar Rapat Silaturahmi Bahas Kasus Pemalsuan Rapid Test

Dihimbaunya masyarakat, dalam hal ini pemerintah, untuk harus mendorong masyarakat sama sama keluar dari situasi ini.

”Saya kira para bupati, kepala daerah harus sama-sam dan sapa jamin kunci pelabuhan lalu katong seng ada barang ini? kalau ada covid, lalu katong kunci pelabuhan, lalu bagaimana masyarakat mau hidup? Bagaimana ini? Kalau katong bikin standar, lalu pikiran rapid test. bagaimana lintas pemerintah? Harus bagaimana antara pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi?,” tegasnya. (liehu)