Bisa dikatakan hanya The Beatles yang kemasyhurannya sejajar dengan Rolling Stones. Oleh majalah Rolling Stones, The Beatles ditabalkan sebagai grup musik dengan lagu terbaik sepanjang masa sebanyak 23 lagu dan diikuti oleh Rolling Stones sejumlah 14 lagu.
Hanya saja The Beatles tidak berumur panjang. Tahun 1960 dibentuk, tahun 1970 dibubarkan.
Rolling Stones sampai hari ini tetap seperti batu yang bergulung-gulung melewati aneka jalanan. Pertanyaan reflektif, mengapa Rolling Stones -meminjam istilah yang sering dipakai dalam kajian disrupsi- tetap relevan?
Tidak mudah bagi Rolling Stones berkarier sangat panjang. Apalagi Rolling Stones tumbuh dalam zaman perlawanan dan antikemapanan. Dengan atribut yang menyertai: obat-obat psikotropik.
Salah satu otak musik Rolling Stones sekaligus juga yang ikut mendirikan band, Brian Jones meninggal dalam usia muda, dua puluh tujuh tahun.
Ada aneka teori penyebab meninggalnya Brian Jones. Namun tetap saja kebiasaan Jones menenggak minuman keras dan obat-obatan terlarang menjadi pendorong utama kematiannya.
Secara teori, masa lalu nan penuh onak, tentu akan berpengaruh pada kesehatan masa tua. Namun teori tersebut tidak berlaku untuk keempat anggota Rolling Stones (Charlie Watts, drummer meninggal dalam usia 80 tahun). Dalam usia sepuh mereka sehat nyaris tiada penyakit berat.









