“Artinya jika mereka sudah melaksanakan tugasnya sudah harus dibayarkan, anggarannya sudah tersedia, tinggal diberikan haknya saja,” ujar Rovik.
“Jika dibilang tidak ada uang, terus selama ini rumah sakit melakukan operasionalnya seperti apa, kok tidak ada uang terus? makanya masalah utama ada pada manajemennya,’ imbuhnya.
Oleh sebab itu mendesak sekda agar segera mengusulkan pergantian direktur utama rumah sakit tersebut.
“Solusinya diangkat yang baru sesuai mekanisme. Saya yakin hak-hak nakes bisa terbayar. Ini hanya soal kemauan kita soal sikap politik kita,” kata Rovik.
“Kita merasa ini tanggungjawab kita merealisasikan pembayaran hak nakes. Rumah sakit di Maluku bukan cuma RSUDHaulussy, ada RSUP Leimena dan lainnya,” pungkasnya. (Vera)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










