Rumah Wallace di Santiong?

oleh -47 views
Alwi Hadar

Peristiwa ini diliput media lokal, nasional, hingga media asing. Baik cetak maupun elektronik. Saat itu juga nama jalan Nuri (di depan rumah yang pernah didiami Wallace) diubah menjadi jalan AR Wallace. Ini semua dilakukan jelang “Simposium Peringatan 150 Tahun The Letter from Ternate”, 8 Desember 2008. Anehnya, peringatan yang jelas-jelas memakai nama besar Ternate ini, justru dirayakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Tentu muncul pertanyaan. Apa betul teori ini ditemukan Wallace di Kelurahan Santiong? Konklusi ini telah melewati beragam analisis dan perdebatan ilmiah mendalam yang dilakukan berbagai lembaga. Terutama lembaga negara yang kredibel di bidang ilmu pengetahuan. LIPI dan AIPI.

Belum lagi diimbangi dengan sejumlah narasi Wallace yang menceritakan suasana Ternate. Lebih khusus, situasi dan kondisi sekitar tempatnya bermukim, kala itu. Ada sumur yang dalam, dekat benteng Portugis, tak jauh dari pasar dan pantai, hingga jalan di depan rumahnya menuju ke gunung Gamalama /arah ke barat — di dalam bukunya yang fenomenal dan paling dibanggakan (summa superbus liber) oleh Wallace, berjudul, “The Malay Archipelago : The Land of The Orang-Utan, and The Bird of Paradise. A Narrative of Travel with Studies of Man and Nature”. Terbitan Mac Millan and Co. London (1869).

No More Posts Available.

No more pages to load.