Saadiah Uluputty Usul Penajaman Prioritas dan Keberpihakan dalam KEM-PPKF 2026

oleh -143 views

Porostimur.com, Jakarta – Anggota Badan Anggaran DPR RI sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, memberikan catatan kritis atas pidato Menteri Keuangan dalam penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2026 yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Ia menilai pemerintah lebih menekankan pada disrupsi eksternal daripada memperlihatkan langkah konkret untuk menjawab persoalan struktural dalam negeri yang justru kian mendesak.

Menurut Saadiah, meski pidato menyampaikan semangat kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi, namun agenda-agenda tersebut mesti di tunjukkan secara jelas kerangka kebijakan yang terintegrasi, partisipatif, dan menjangkau akar persoalan.

Politisi PKS ini mencontohkan misalnya, dalam hal ketahanan pangan, pemerintah memang menyebut kenaikan produksi beras dan penyederhanaan regulasi pupuk, tetapi tidak menyentuh problem klasik seperti distribusi yang timpang, minimnya kepastian harga bagi petani, serta lemahnya kelembagaan pangan yang berpihak pada produsen lokal.

“Kedaulatan pangan itu bukan sekadar angka produksi naik, tetapi tentang bagaimana petani dan nelayan benar-benar disejahterakan. Dalam KEM-PPKF ini, peran Bulog hanya disebut sekilas tanpa evaluasi menyeluruh, padahal kita tahu tata kelola pangan masih rawan dikendalikan oleh kepentingan korporasi besar,” tegas melalui keterangannya, Jumat (30/5/2025).

No More Posts Available.

No more pages to load.