Namun karena gugup dan terkesima, Dewi hanya berbincang singkat dengan memperkenalkan dirinya sebagai umat Muslim dari Indonesia dan meminta Paus untuk mendoakan perdamaian di Indonesia.
Para wartawan sempat mengabadikan momen Dewi saat bersalaman dengan Paus. Foto-foto menyentuh tersebut tak disangka bisa mendunia.
Setelah menyelesaikan Strata satu di Universitas Semarang, kini Dewi melanjutkan S2 di Unika Soegijapranata. Ketertarikannya terhadap studi lintas agama mengantarkan Dewi mendapat beasiswa di Vatikan.
Selama 6 bulan di Vatikan, Dewi bertemu dengan berbagai pemeluk agama dari seluruh dunia dan menghadiri kelas-kelas dialog lintas agama.
Dewi mengambil kelas Theology in Contrastyang mana seluruh peserta adalah seorang pastur dan suster. Meskipun satu-satunya orang Muslim di kelas tersebut, Dewi mengaku mendapat perlakuan yang sangat baik. Bahkan saat ini pastur dan suster-suster tersebut menjadi teman dekatnya.
Isu-isu studi lintas agama memang masih sangat sensitif di Indonesia. Dewi pun tak luput dari kritikan masyarakat. Banyak orang yang menaruh curiga bahwa Dewi telah dikristenisasi.
Ada pula yang mengkritik Dewi bersalaman dengan yang bukan muhrimnya. Namun daripada menanggapi kritikan tersebut satu per satu, Dewi lebih memilih diam.




