“Peran ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan bagaimana kebijakan negara dirancang dan dijalankan,” jelasnya.
Penguasaan STEM Jadi Kunci
Dalam arahannya, Nusron juga menekankan pentingnya penguasaan bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics) sebagai fondasi kekuatan suatu negara. Ia menyebut, kemandirian suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan di sektor-sektor strategis tersebut.
Ia mencontohkan ketahanan Iran dalam menghadapi tekanan global sebagai hasil dari kekuatan di bidang pangan, energi, dan teknologi.
“Kenapa Iran bisa bertahan, karena swasembada pangan, energi, dan memiliki teknologi yang kuat,” ungkapnya.
Karena itu, ia mendorong para santri untuk melanjutkan pendidikan ke bidang-bidang strategis seperti teknologi pangan, energi, hingga geologi, guna memperkuat kemandirian bangsa di masa depan.
Sepuluh Sektor Prioritas
Lebih lanjut, Nusron memaparkan sedikitnya 10 sektor penting yang membutuhkan peran generasi muda sebagai pelaksana kebijakan, yakni pertahanan keamanan, hukum, keuangan, pangan, energi, telekomunikasi, kesehatan, logistik, manufaktur, serta pendidikan dan pelatihan.
Menurutnya, keterlibatan santri dalam sektor-sektor tersebut akan memperkuat kualitas kebijakan publik sekaligus memastikan pembangunan berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.










