Terlahir dalam keluarga pintar sangat mempengaruhi Iyan. Eunoia berarti pemikiran yang indah sangat sesuai dengan sifat Iyan. Ia berbakat hampir di semua bidang. Wanita jenius itu selalu menjadi juara pertama semenjak memasuki gedung pendidikan. Iyan memiliki akal yang cerdik dan mempunyai kelakuan dewasa sejak berusia 6 tahun. Karena orangtuanya membekalkan secarik pesan bestari tuk menjalani roda hidup. Itu menjadi salah satu alasan mengapa Iyan masih awam dalam cinta.
Usianya yang kini sudah terbilang dewasa kerap ditanya oleh mamanya, “Anakku, kamu kan sekarang sudah mempunyai pekerjaan bahkan memiliki gelar dan mama bangga akan itu. Kamu sekarang sudah memiliki pasangan belum?”
“belum ada yang bikin Iyan tertarik ma”, itulah alasan yang Ia pakai untuk menghindari pertanyaan tersebut. Sebenarnya yang mendekati dokter gigi tersebut tak terbilang sedikit. Kemampuannya untuk berbicara dengan pasien sehingga membuat para lelaki terpikat. Hingga kini tidak ada kata selain tolakan jika salah seorang pasiennya mengajak berpacaran ataupun menikah. Pernah salah satu pengusaha terbesar se-Sumatera Barat melamarnya di depan klinik yang saat itu sedang dipenuhi banyak pasien. Tetap saja dokter itu menolak. Entah pria seperti apa yang bisa mencuri hati sang bedah mulut berkacamata tersebut.










