Hari minggu yang diawali dengan pagi yang cerah, wanita karir itu menyibukkan diri dengan menyerap kata demi kata dari novel di tangannya. Meski ia tidak ingin memiliki hubungan, tetapi jika membahas tema romansa pasti tidak ada satu lembar pun dilewati. Anggap saja pengaruh fiksi mengubah standar pasangannya jauh diatas realita. Itulah mengapa julukan lainnya adalah “dokter pematah hati”. Iyan, seorang bedah mulut jenius yang memiliki hobi sampingan membaca hal-hal yang berkaitan dengan roman tetapi justru tidak ingin memiliki di dunia nyata. Kaum hawa seperti biasa memang sulit untuk dimengerti apa maunya.
Ketika ada waktu luang dan bahan bacaan sudah habis terbaca, Iyan akan menggunakan waktu itu untuk pergi ke toko buku dan mencari novel menarik. Kebetulan sekali lanjutan serial roman yang ia miliki di rumah sudah terbit dan sisa satu di rak. Dalam hal bersamaan seorang pemuda berambut acak juga mengincar novel tersebut.
“Maaf ya tapi ini saya duluan yang mengambilnya”, ucap Iyan kepada pemuda yang berada didepannya.
“Enak saja, saya juga mau membeli novel ini”, kesal pria yang memiliki tinggi jauh di atas Iyan.
“Pilihan novel-novel roman lain kan masih ada pak, saya perlu tau gimana kelanjutan kisah dari pasangan KALA ini”, sembari protes Iyan menarik novel dari genggaman pria itu.
“Saya pun juga penasaran dengan dua sejoli yang memiliki permasalahan rumit namun lucu akan cara mereka berbaikan”, tampak jelas bahwa mereka berdua sama-sama fanatik akan dunia fiksi dan ceritanya.
“iyaaaa, apalagi saat keduanya sudah putus tapi semesta tetap saja mempunyai cara untuk mempertemukan mereka kembali”, tanpa disadari percakapan penuh amarah itu reda dan berlangsung lama hingga mereka berakhir berpindah lokasi ke cafe yang tak terlalu jauh dari toko buku tadi. Tentang masalah siapa yang memiliki novel berjudul “KALA” tersebut, kedua insan itu memutuskan untuk patungan berdua membayar dan bergiliran membaca lanjutannya.










