Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)

oleh -848 views

Namun rejim ini tampaknya tidak percaya pada birokrasi negeri ini. Mereka jalan sendiri dengan aparat-aparat sendiri. Tadi saya mendengar wawancara adik presiden di CNN. Dia mengeluh panjang pendek tentang birokrasi. Tanpa dia sadari bahwa ketika bicara perumahan, dia bikin birokrasi sendiri. Dia adalah “utusan khusus presiden” untuk bidang lingkungan dan perumahan.

Yang paling sering kita dengar adalah birokrasi kita korup. Ya bisa jadi. Tapi tidak pernah dipikirkan bahwa sesudah jaman Soeharto, ketika partai-partai dengan politisi-politisi busuknya mulai melihat kesempatan untuk mengeruk duit dengan memeras para birokrat, di sanalah korupsi itu muncul. Jual beli jabatan itu marak karena dagang sapi pembuatan kabinet dan sistem pemilihan yang bikin partai sangat berkuasa.

Baca Juga  Robert Sapulette Terpilih Jadi Sekda Definitif Kota Ambon

Pemain-pemain seperti itu banyak sekali. Dan mereka pun duduk di pemerintahan sekarang. Dan tidak saja di partai. Lihatlah institusi seperti kepolisian dan militer.

Nah, sekarang pola membuat pegawai sendiri ini akan kembali. Juga sama 30 ribu SPPI. Namun kali ini untuk Koperasi Desa Merah Putih.

Ini kemudian mengubah bentuk koperasi sama sekali. Koperasi itu harusnya lahir dari bawah. Pelan-pelan mengumpulkan modal sendiri, membangun kepercayaan (trust) di kalangan anggota, dan kemudian menjadi besar.

No More Posts Available.

No more pages to load.