Selembar Daun Yang Jatuh

oleh -675 views

Masa kini.
“begitulah nduk cerita abah di waktu dulu. Kisah itu seakan akan baru abah alami kemarin. Namun terus menerus terngiang dalam memori. Kesalahan yang takan pernah bisa abah tebus sampai kapanpun. Namun abah tak menyerah untuk selalu meminta maaf pada almarhum dengan cara mendoakannya terus menerus…”

Putriku menitikan air matanya. Ia memeluk tubuh tuaku.
“abah memang salah namun abah sudah taubat. Vina yakin kalau pak fadli memaafkan abah di alam sana. Jadi abah jangan terus larut dalam kesalahan yang abah perbuat… Hiks”

Aku tidak kuat untuk tidak menangis didepan putriku. Aku balas memeluknya erat. Membiarkan aroma kepedihan menyelimuti hati kami.
Allahumma ighfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu

No More Posts Available.

No more pages to load.