Laporan-laporan Barat mengatakan bahwa Al-Haddad lebih pragmatis daripada Sinwar bersaudara yang tak kenal kompromi. Ia mendorong pertukaran sandera-tahanan pada Januari 2024 dan mengupayakan pembebasan lebih lanjut untuk memperpanjang gencatan senjata yang akhirnya runtuh pada bulan Maret.
5. Memiliki Hak Veto
Ia memegang hak veto atas negosiasi gencatan senjata dan sandera, bersikeras pada penarikan penuh Israel dan diakhirinya perang sebelum membebaskan sandera yang tersisa, sebuah poin kunci dalam perundingan gencatan senjata yang saat ini berlangsung di Doha.
Sumber berita Barat mengutip pejabat intelijen Arab yang mengatakan bahwa keterbukaan Al-Haddad untuk membahas perlucutan senjata Hamas menandai perubahan signifikan dari posisi para pendahulunya.
Hawwash menanggapi laporan bahwa Al-Haddad lebih pragmatis daripada para pendahulunya dengan skeptis. Ia menegaskan, tidak ada satu pun pemimpin Hamas yang bersedia mengalah dalam isu-isu fundamental seperti mengakhiri perang Israel di Gaza.
Al-Haddad mengupayakan kesepakatan yang mengakhiri agresi Israel, membebaskan sebanyak mungkin sandera Palestina dari penjara Israel, dan membuka jalan bagi upaya pembangunan kembali, kata Hawwash.
“Ini semua adalah tujuan yang diinginkan oleh setiap pemimpin Hamas. Saya tidak melihatnya akan mengambil pendekatan yang berbeda,” ujarnya.












