Houthi tidak harus mengalahkan Arab Saudi dalam perang konvensional.
Mereka hanya perlu bertahan dan membuat biaya perang bagi lawannya terus meningkat.
Dukungan Iran kemudian memperkuat kemampuan tersebut.
Iran disebut memberikan dukungan berupa persenjataan, teknologi, komponen dan pengetahuan militer. Congressional Research Service juga menyebut Iran sebagai sumber penting teknologi yang digunakan dalam sejumlah sistem rudal dan drone Houthi.
Namun, menyebut Houthi sebagai “boneka Iran” terlalu menyederhanakan persoalan.
Houthi memiliki basis sosial sendiri di Yaman, struktur pemerintahan sendiri, kepentingan politik domestik dan agenda yang tidak selalu identik dengan Teheran.
Hubungan keduanya lebih tepat dipahami sebagai kemitraan strategis.
Iran memperoleh sekutu yang dapat menekan Arab Saudi dan lawan-lawannya dari arah selatan.
Sementara Houthi memperoleh dukungan yang meningkatkan kemampuan mereka menghadapi musuh yang jauh lebih kuat.
Kepentingan keduanya bertemu.
Dari Perang Yaman ke Ancaman Perdagangan Dunia
Perang dengan Arab Saudi secara perlahan mengubah kemampuan militer Houthi.
Kelompok yang awalnya lebih dikenal sebagai gerakan pemberontak lokal berkembang menjadi kekuatan yang mampu menggunakan rudal dan drone untuk menyerang sasaran yang jauh.









