Sistem Politik Makin Tidak Inklusif, ICMI Sarakan Evaluasi Total

oleh -25 views

Porostimur.com, Jakarta – Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menyarankan evaluasi total sistem politik Indonesia karena makin tidak terbuka alias inklusif.

Ketua ICMI Arif Satria mengatakan, evaluasi tersebut dilakukan agar cita-cita membangun peradaban bangsa dapat tercapai.

“Setelah melihat secara menyeluruh berjalannya sistem politik kita, terlihat makin tidak inklusif dan harus ada evaluasi total untuk memperbaikinya,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (6/7/2024).

Menurut Arif, sistem politik Indonesia saat ini makin bias hanya untuk mereka yang berduit karena demokrasi yang semakin mahal. Kondisi ini berujung pada praktik politik yang semakin kurang inklusif.

Selain itu, pendekatan transaksional dalam praktik politik (parpol) selama ini semakin menjauh dari high politics. “Bahkan pemilihan legislatif menjadi ajang jor-joran politik uang,” ujar rektor IPB ini.

Baca Juga  Moge 'Murah' Royal Enfield Rilis Hari ini: Mesin 450 Cc, Harga Rp 44 Juta

Melihat kondisi tersebut, Arif mengkhawatirkan akan terjadi pergeseran budaya politik yang cenderung materialistis dan hanya berpihak kepada politisi dengan dukungan modal finansial besar.

“Saya khawatir, lama-kelamaan sistem seperti ini akan terbentuk budaya politik yang cenderung materialistis. Hanya mereka dengan modal besar atau didukung investor bermodal besar yang dapat eksis dalam perpolitikan,” tuturnya.