Arif mengatakan, kondisi tersebut kontraproduktif dengan cita-cita membangun peradaban bangsa. Politik adalah alat untuk membangun peradaban, bukan sekadar perebutan kekuasaan tanpa gagasan.
Solusi atas keadaan itu adalah melakukan evaluasi total sistem politik Indonesia agar bangsa Indonesia kembali kepada cita-cita para pendiri Republik Indonesia. “Politik adalah institusi untuk memperjuangkan terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia,” katanya. (red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News




