Menurut dia, pihak-pihak terkait harus memperoleh keadilan pengelolaan Blok Masela. Dikatakan, investor tidak akan nyaman jika ada keributan. Untuk itu, atmosfir investasi harus kondusif. Jika tidak, jangan salahkan Inpex dan rekan konsorsiumnya kalau kemudian mereka terus menunda waktu pengembangannya.
“Apalagi, hari ini harga gas masih sangat rendah di pasar, dan terjadi kelebihan pasokan (over supply) gas, serta belum terlalu banyak para calon pembeli tetap atas gas yang akan diproduksi nanti (offtake purchaser),” beber Lewerissa.
Keputusan Pemerintah untuk mengubah skema pengembangan (plan of development) dari pengelolaan di lepas pantai (offshore) menjadi pengelolaan di darat (onshore) adalah anugerah yang kedua bagi Maluku khususnya bagi KKT.
“Tapi, bagi pihak investor (Inpex dan rekan konsorsiumnya), ini adalah tambahan biaya yang tidak sedikit. Ini investasi ratusan triliun rupiah. Karena itu, mari kita sambut investasi besar ini dengan menciptakan kondisi yang kondusif. Itu tanggung jawab etis seluruh stakeholder yang ada di Maluku,” tandas Lewerissa.
(red/teropong)










