Tentara Israel menolak mengomentari kasus ini. “Tentara Israel tidak pernah, dan tidak akan pernah, dengan sengaja menargetkan jurnalis,” kata seorang juru bicara tentara kepada AFP.
Serikat Jurnalis Palestina mengutuk pembunuhan Muharab dan menuduh tentara Israel memimpin serangan terorganisasi untuk membunuh jurnalis di Gaza.
Jurnalis Gaza Ibrahim Qanan, yang berada di rumah sakit, menuduh Israel mencoba membunuh kebenaran dengan berupaya menghapus semua jejak kejahatannya ke dunia luar mengenai apa yang terjadi di Jalur Gaza.
Tentara Israel telah membunuh beberapa wartawan di Gaza dengan tuduhan menjadi anggota Hamas atau Jihad Islam.
Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) melaporkan pada hari Senin bahwa setidaknya 113 jurnalis dan pekerja media telah terbunuh sejak dimulainya perang antara Israel dan Hamas yang dimulai pada 7 Oktober .
“Ini merupakan periode paling mematikan bagi jurnalis sejak CPJ mulai mengumpulkan data pada tahun 1992,” ungkap mereka.
(red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









