Sulteng dan Malut Jadi Motor Utama Investasi Nikel

oleh -225 views

Porostimur.com, Jakarta – Pertumbuhan hilirisasi industri pada triwulan I 2026 tercatat didominasi oleh wilayah di luar Pulau Jawa. Sulawesi Tengah dan Maluku Utara menjadi daerah utama yang menopang pertumbuhan tersebut, terutama melalui pengembangan hilirisasi nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Hal ini disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (15/6/2026).

“Persebaran pertumbuhan hilirisasi pada triwulan 2026, 75,5 persen justru berada di luar Jawa, terutama di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang ditopang oleh hilirisasi nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik,” ujar Rosan.

Investasi Hilirisasi Tumbuh Signifikan

Rosan mengungkapkan, sektor hilirisasi sumber daya alam memberikan kontribusi sebesar 30 persen terhadap total realisasi investasi nasional pada triwulan I 2026.

Nilai investasi tersebut mencapai Rp147,5 triliun atau tumbuh 8,2 persen secara tahunan (year on year/YOY), menunjukkan tren positif dalam pengembangan industri berbasis sumber daya alam di Indonesia.

Baca Juga  Pemprov Maluku Dorong Pembangunan PLBN Wonreli, Vanath: Ini Simbol Kedaulatan Negara

Data realisasi investasi juga menempatkan Sulawesi Tengah dan Maluku Utara dalam jajaran 10 besar daerah dengan nilai investasi terbesar di Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.