Sunyi yang Bernama Rocky Gerung

oleh -40 views

Oleh: Ady Amar, Kolumnis

“Kau telah kehilangan dirimu sendiri di dalam kemenangan yang kau perjuangkan.”
— WS Rendra, penggalan “Sajak Kenalan Lamaku”

Setiap zaman punya caranya sendiri membungkam suara. Ada yang disumpal dengan ketakutan, ada yang diredam oleh kenyamanan.

Lazim dalam pusaran kekuasaan, para intelektual kerap bertransformasi: dari penggugat menjadi pengawal, dari penantang menjadi penonton. Dari bersuara, lalu memilih diam menjadi pilihan, bukan karena kehabisan kata, melainkan karena kehilangan elan untuk mengucapkannya.

Rocky Gerung — nama yang dulu menyalak lantang di tengah sunyi bangsa yang takut bersuara. Pernah menohok penguasa dengan kalimat tajam, menyebut Jokowi “bajingan tolol” — kata yang mengguncang ruang publik dan menegaskan keberanian melawan kultus kekuasaan.

Baca Juga  Gubernur Maluku: Judi Online Rusak Keluarga

Tapi tidak hari-hari ini.

Setelah tampuk kekuasaan beralih ke Prabowo Subianto, suara itu lenyap. Seperti lilin yang padam di tengah pesta pora kekuasaan baru.

Tak tahu persis kenapa ia memilih kata rehat dari akal sehat yang dulu amat diagung-agungkan?
Tak tahu pula apakah kini ia tengah menenangkan diri di taman kekuasaan, menatap merpati sambil tersenyum pada bayangan sendiri?

Sungguh tak tahu pasti gerangan apa yang terjadi dengannya.

Tapi yang pasti kita tahu, kekuasaan selalu punya cara menidurkan para kritikus dengan caranya. Kadang dengan jabatan, kadang dengan tepukan di bahu, kadang dengan ilusi bahwa yang kini berkuasa adalah “teman seperjuangan”.

No More Posts Available.

No more pages to load.