Surat Cinta Penuh Gombalan ke Istri Saat Masih Pacaran Viral di Medsos, Imin 1991 Trending

oleh -52 views
Potret kebersamaan Cak Imin dan istri, Rustini Murtadho. (Instagram/ rustinimurtadho)

Porostimur.com, Jakarta – Siapa sangka jika sosok Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ternyata pandai menggombal? Terbongkar dari isi surat cintanya pada Rustini Murtadho, sang itri ketika mereka masih pacaran.

Dua pucuk surat cinta lawas dari Cak Imin untuk wanita yang kini menjadi istrinya membuat geger warganet hingga trending di media sosial.

Bukan surat cinta biasa pada umumnya yang menggunakan kata-kata romantis, Cak Imin memanggil istrinya dengan sebutan sahabat.

Rara sang putri membagikan ke media sosial surat cinta Cak Imin ke istri yang ditulis pada 8 April 1991 di Yogyakarta. Cawapres nomor urut 1 ini memanggil Rustini dengan sebutan sahabat dalam surat cintanya.

Pertama-tama Cak Imin mengatakan tentang keadaan Rustini yang berlanjut membahas surat cinta ini.

“Semoga sahabat tetap sehat sejahtera bersama segala kesuksesan aktivitas sahabat dan dapat menikmati berkah Lebaran bersama seluruh keluarga, Amiin,” tulis Cak Imin.

Baca Juga  Real Count KPU 35% Suara Pileg DPRD Maluku: Golkar Berpotensi Kehilangan Kursi Pimpinan

“Sahabat tentu agak tercengang dengan datangnya surat saya yang tidak terduga-duga ini, semoga surat ini tidak menjadi ‘sangka’ yang bukan-bukan, dan harapanku cerita ini tidak mengganggu keasikan berkumpul dengan keluarga.” sambungnya.

Sebelum mengutarakan isi hati pada sang pujaan hati, Cak Imin meminta Rustini untuk merahasiakan surat cintanya.

“Oh ya Sebelum saya punya cerita dikit, aku minta hendaknya suratku ini nggak usah diberitahu siapapun, diceritain siapapun, ini demi Sahabat, demi saya, demikian. demi kebaikan kita semua se-Yogyakarta.” kata Cak Imin.

“Wah.. kok serius banget sih? Nggak kok, sesungguhnya tidak terlalu serius, tapi bisa jadi serius kalo kita salah menanggapi dan terselimuti oleh prasangka (prejudice) yang enggak-enggak, ya.. kan?” imbuhnya.

“Sebab segala persoalan, baik itu mikro (kecil-kecilan) termasuk problem pribadi, maupun persoalan-persoalan makro (yang gedhe-gedge) misalnya ngerembuk persoalan negoro dan mensejahterakan ummat, aku nggak ‘jruntung’ (amburadul) persoalannya bila kita salah melihat dan salah mengapresiasikannya,” lanjutnya.

Baca Juga  Satgas TNI Lumpuhkan KKB Pelaku Penembakan Pesawat Wings Air di Yahukimo

Cak Imin mengatakan keinginannya untuk bisa bercerita secara langsung dengan Rustini namun keadaan menghalangi.

“Sahabat…. Sebenarnya akan lebih clear bila kita bisa cerita-cerita langsung, tapi nampaknya ‘kultur’ yang hendak kita bangun di tubuh pergerakan menuntut kita tidak bisa dengan leluasa berkomunikasi, dan tentu akan lebih masalah bila untuk sementara kita belum bisa bercakap-cakap dengan cerita-cerita,” ungkapnya.

Surat cinta Cak Imin untuk sang istri saat masih pacaran. (TikTok/ @rrrrrrarifa)
Surat cinta Cak Imin untuk sang istri saat masih pacaran. (TikTok/ @rrrrrrarifa)

Pria kelahiran 1966 tersebut lalu bercerita tentang apa yang sedang dialaminya ke Rustini.

“Beberapa waktu yang lalu saya ditegur eh.. disindir oleh sahabat saya yang cukup deket (Puteri) bahwa saya kurang ‘peka’ dan nggak mau tau bahwa ada persoalan yang mengait dengan citra organisasi dengan salah seorang bahkan beberapa warga, saya cukup terperanjar ketika aku dibilang/ dituduh (kayak pengadilan aja) bahwa aku termasuk (justru) ‘terlibat’ di dalamnya?” tuturnya.

Baca Juga  KPK Duga eks Gubernur Malut AGK Intervensi Proyek Sampai Beri Izin Rotasi Jabatan

Gombalan maut pun Cak Imin ungkapkan untuk Rustini, wanita yang dicintainya.

“Sahabat Rustini… Kalau saya boleh bilang sebenarnya respons sahabat terhadap beberapa persoalan sahabat yang terakhir, dapat nilai ‘A’, artinya saya salut dan mendukung, akan tetapi seharusnya itu semua harus dijiwai oleh rasa syukur dengan penuh kedewasaan dan kearifan,” kata Cak Imin.

“Bahwa sahabat begitu datang di pergerakan, sahabat telah diketahui banyak punya kelebihan dan segudang potensi yang menuntut pengembangan lebih jauh. Adalah wajar dalam satu komunitas kelompok, apabila ada orang yang punya kelebihan langsung menjadi pusat perhatian. Apalagi di kultur IAIN yang agak agraris dan tradisional (kecuali yang tidak..lho..hehe. Gak ngenyek kok…hehe.” pungkasnya.

sumber: yoursay

No More Posts Available.

No more pages to load.