Mengikhlaskan dan merelakan tidak mudah bagiku, butuh waktu lama. Akupun memutuskan untuk berdamai pada hatiku, berdamai pada diriku, setelah perpisahan denganmu aku merasa menjadi wanita lemah. Pergi dan melupakan, itu lebih baik daripada aku harus bertahan dengan rasa sakit tiada henti. Aku menerima semua keputusan ini, bukan karna aku pasrah ataupun mengalah, karena aku sadar bahwa masaku sudah habis, kamu tidak membutuhkan kehadiranku lagi, kamu sudah memiliki yang lain seseorang yang hadir di kehidupan baru kamu. Aku ikhlas, meski air mata terus berjatuhan, tapi tenang jangan permasalahkan air mataku yang jatuh, biarlah itu yang menjadi urusanku saja.
Maaf, jika selama aku bersamamu aku selalu menyusahkanmu, dan terkadang membuatmu marah atau bete karenaku. Sakit memang butuh waktu lama untuk disembuhkan, apalagi jika yang sakit itu hati. Akan kuobati rasa sakit ini, akan kukumpulkan dan menata ulang kepingan-kepingan hati yang hancur, karena aku ingin cepet pulih dan menata hidupku kembali sempurna membuka lembaran baru.
Kadang aku merasa tidak adil, kenapa orang baru dengan mudahnya masuk di kehidupanmu membuatku tersingkirkan dan sifatmu menjadi berubah dariku, sedangkan aku yang sudah lama mengenalmu dan tau baik buruknya satu sama lain menjadi kalah dengan kehadiran seseorang.





