Tak Kunjung Usai

oleh -37 views
Link Banner

Cerpen Karya: Indy Maya Nurul Afna

Untuk pertama kalinya bingung dengan keadaanku saat ini, perasaanku yang campur aduk dan pikiranku yang terus menghantui. Tak pernah aku berfikir untuk mencari penggantimu, jika tuhan menghadirkan seseorang untukku, aku belum siap dan fikiranku masih tertuju kepadamu. Akupun tidak tau, mengapa engkau sangat begitu istimewa di mataku. Tetapi tuhan sangat baik aku tidak boleh terus berlalut dalam kesedihan, aku dihadirkan seseorang untuk menggantikan posisimu, lelaki baik yang membuatku menjadi lupa denganmu. Disisi lain hati dan pikiranku tidak singkron, hati masih tidak rela dan tertuju kepadamu sedangkan pikiranku sudah mengatakan bahwa kamu sudah bahagia dengan ketidakhadiranku lagi. Sangat rumit untuk kujelaskan.

Perjalanan dimulai tahun 2015. Tahun dimana sangat berarti untukku dan aku sangat berterimakasih kepada tuhan karena aku telah dipertemukan denganmu. Kamu yang telah mengubah hidupku menjadi berwarna, kamu yang menerima segala kekuranganku. Aku yang dulu tidak bisa menjadi bisa, aku yang dulu nakal menjadi tidak nakal, aku yang dulu masih manja menjadi tidak manja.

Ingin rasanya aku kembali di waktu itu, waktu dimana kita masih bersama tidak ada jarak ataupun kicauan burung yang berisik. Disitu aku merasa sempurna, pernah dijadikan ratu olehmu, pernah menjadi alasan bahagiamu. Jikalau aku memiliki kantong doraemon aku ingin memutar waktu itu ingin menikmati sambil memejamkan mataku. Sayangnya langit tak berpihak pada kita. Langit telah memisahkan kita dan membuat jarak pada kita di tahun 2018, yaa aku merasa begitu hancur, merasa terpukul dan tidak bisa apa-apa hanya bisa tangisan yang deras keluar dari mataku.

Mengikhlaskan dan merelakan tidak mudah bagiku, butuh waktu lama. Akupun memutuskan untuk berdamai pada hatiku, berdamai pada diriku, setelah perpisahan denganmu aku merasa menjadi wanita lemah. Pergi dan melupakan, itu lebih baik daripada aku harus bertahan dengan rasa sakit tiada henti. Aku menerima semua keputusan ini, bukan karna aku pasrah ataupun mengalah, karena aku sadar bahwa masaku sudah habis, kamu tidak membutuhkan kehadiranku lagi, kamu sudah memiliki yang lain seseorang yang hadir di kehidupan baru kamu. Aku ikhlas, meski air mata terus berjatuhan, tapi tenang jangan permasalahkan air mataku yang jatuh, biarlah itu yang menjadi urusanku saja.

Baca Juga  Tren Rok Plisket, 5 Warna Ini Wajib Kamu Miliki Selain Hitam

Maaf, jika selama aku bersamamu aku selalu menyusahkanmu, dan terkadang membuatmu marah atau bete karenaku. Sakit memang butuh waktu lama untuk disembuhkan, apalagi jika yang sakit itu hati. Akan kuobati rasa sakit ini, akan kukumpulkan dan menata ulang kepingan-kepingan hati yang hancur, karena aku ingin cepet pulih dan menata hidupku kembali sempurna membuka lembaran baru.

Kadang aku merasa tidak adil, kenapa orang baru dengan mudahnya masuk di kehidupanmu membuatku tersingkirkan dan sifatmu menjadi berubah dariku, sedangkan aku yang sudah lama mengenalmu dan tau baik buruknya satu sama lain menjadi kalah dengan kehadiran seseorang.

Bertemu kembali denganmu, mencoba mengikhlaskan yang telah terjadi dan menerima kehadirannya dengan baik. Hatiku yang masih terus bertanya, ada apa dengan semua ini? Mengapa kamu kembali dan hadir di hadapanku lagi? Aku yang sudah mulai terbiasa dengan ketidakhadiranmu, sekarang kamu malah hadir kembali.

Baca Juga  Wisuda lulusan UKIT dinilai ilegal

Perjalanan dimulai di tahun 2019, waktu demi waktu, hari demi hari tentunya kamu membuatku jatuh kembali ke hatimu, sikapmu dan perhatianmu yang sangat mudahnya meluluhkan hatiku. Aku harap ini yang terakhir untukku, tidak ada lagi yang bikin aku sakit hati atau pergi memilih seseorang yang baru lagi. Ya setelah kuperhatikan, sikapkmu berbeda dengan yang dulu, kamu lebih dewasa, lebih dari yang sebelumnya, dan aku mulai percaya denganmu.

Membuat cerita baru dan suasana baru bersamamu, aku merasa bahagia. Dan aku baru sadar, kamu yang dulu menyakitiku dan sekarang kamu juga yang menyembuhkanku. Serumit itu yah persahabatan kita, kadang aku merasa orang yang paling hancur dan kadang aku merasa menjadi orang yang sempurna karna kamu memperlakukanku menjadi ratu. Tapi mungkin ini yang dikatakan “Allah maha membolak-balikan hati manusia” jadi tak selamanya manusia bisa bahagia, dan tak selamanya juga manusia harus bersedih, maka dari itu ada yang namanya rasa asin, manis dan pahit agar manusia bisa belajar dan memahami arti kehidupan.

Baca Juga  Tipu pengguna kartu ATM, RHT gondol jutaan rupiah

Saat ku mulai percaya kembali padamu, kau retakan kepercayaanku. Saat aku sudah menerimamu kembali, kamu hancurkanku lagi. Saat aku mulai merasa nyaman kembali, kamu membawaku terbang tinggi, lalu dengan teganya kamu menjatuhkanku secara perlahan. Untungnya aku tidak terlalu sakit dengan kepergianmu untuk yang kedua kalinya, karena aku sudah mengalami hal yang sama denganmu dulu.

Lagi dan lagi, aku merasakan hal yang sama. Ditinggalkan dengan kehadiran seseorang yang baru, aku sadar betul kamu melakukan itu karena aku sudah tidak dibutuhkanmu lagi untuk mendampingimu dan menemani kesepian. Aku tidak bisa menentukan untuk kedepannya berapa lama kita berpisah dan akankah kamu kembali kepadaku lagi untuk ketiga, keempat dan seterusnya. Aku bingung dengan diriku, mengapa masih terus menerima kehadiranmu kembali berulang kali dengan membuat cerita dan permasalahan yang sama. Entah sampai kapan akan terus begini, tetapi aku selalu berdoa siapapun diantara kita mesti harus bahagia meskipun bukan karena aku kamu bahagia ataupun sebaliknya.

“KEBETULAN ADALAH TAKDIR, DAN TAKDIR BUKANLAH KEBETULAN. MAKA LANGITKAN TERUS DOAMU SAMPAI BERTEMU DITITIK TERBAIK MENURUT TAKDIR”