[carousel_slide id=’12211′]
Oleh: Asghar Saleh:
Harry A. Poeze, sejarawan Belanda yang meneliti kehidupan Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia, mengakui sangat tertarik dengan fakta adanya relasi antara Tan dan Ternate. Meskipun belum meneliti secara khusus fakta sejarah ini, lewat surel kepada saya, Ia meminta saya mengirim catatan tentang AM Kamaruddin alias Oom Sau, pahlawan kemerdekaan yang dalam perjuangannya banyak bersinggungan dengan kehidupan Tan.
Poeze hanya menyebut jejak samar Tan Malaka terbaca saat tokoh PKI Budisutjitro ditahan di Ternate bulan Mei 1926. Budisutjitro adalah bendahara PKI yang diangkat bersama Marsum (komisaris) sesuai hasil Kongres PKI III di Jogjakarta Desember 1924.Tan tercatat sebagai salah seorang pendiri PKI.
Dalam bukunya, The Rise Of Indonesian Communism, Ruth T. McVey menulis bahwa PKI di Ternate mulai berkembang tahun 1919. Beberapa penduduk asal Jawa mengorganisir pembentukan Budi Mulia, sebuah perkumpulan yang dianggap Belanda pro SI.Namun Budi Mulai gagal karena minim dukungan penduduk lokal. Elit PKI kemudian meminta bantuan Samaun yang baru terpilih sebagai ketua PKI untuk membantu pegembangan di Ternate. Samaun sendiri sempat berkunjung ke Ternate. Seorang bekas prajurit asal Manado bernama J.C. Dengah lalu ditunjuk jadi ketua di Ternate namun gerakan ini tetap tak berkembang.




