Dari inspirasi Tan Malaka lah pergerakan kemerdekaan Indonesia di Ternate jadi berwarna.Banyak tokoh lokal lahir dan berjuang. Sesuatu yang bertahun sebelumnya ditulis tanpa jeda oleh Tan saat bergerak dalam persembunyian di Eropa, China, Jepang dan beberapa negara tetangga. Jejak Tan paling dekat dengan Ternate terbaca saat berada di Filipina. Saiful Bahri Ruray mengakui Tan dalam banyak kesempatan berjuang bersisian dengan Oom Sau. Selain ikut pemberonakan PKI di Silungkang tahun 1926, Oom Sau bahkan pernah dibuang hingga ke China dan saat itu bisa jadi bersama sama Tan. Apakah Tan pernah ke Ternate? Butuh penelusuran lebih jauh.
Yang pasti Tan adalah role model kepemimpinan yang memiliki visi jangka panjang dan berjuang tanpa berharap jabatan. Keinginannya hanya melihat Indonesia Merdeka 100%, tanpa kompromi. Landasan perjuangan dan kunci sukses Tan terletak pada konsistensi dan orisinalitas pemikirannya yang berpihak pada rakyat. Ia juga meletakkan dasar penting bagi dunia pendidikan melalui pendirian sekolah gratis. Ironisnya, 74 tahun setelah kita merdeka, Pahlawan Nasional ini bahkan masih takut didiskusikan nama dan gagasannya secara terbuka oleh anak muda di negeri ini. Padahal jauh di Belanda, nama Tan Malaka resmi diabadikan sebagai nama jalan di wilayah Ijburg, Amsterdam.




