Tan Malaka dan Ternate: Honoring The Past, Inspiring The Future

oleh -603 views

Ekspansi nyata dan pengaruh komunis di Ternate baru terlihat tahun 1921 saat Raden Mas Gondojuwono, seorang turunan Pangeran Diponegoro, dibantu Said Hamid Assor (seorang chatib masjid) menjadikan PKI sebagai gerakan protes rakyat yang gencar dan aktif (belakangan HS Assor menjadi pejabat biro PKI yang terpilih dalam Kongres III mewakili Ternate). Untuk memperkuat gerakan melawan Belanda di Ternate, PKI membuka biro pengaduan dan menjanjikan pembebasan pajak. PKI juga mengkonsolidasi gerakan hingga pembentukan sebuah biro di Sula.

Selain itu, mereka juga menerbitkan sebuah surat kabar mingguan, mengorganisir pelaut lokal, mensponsori pemogokan buruh pelabuhan dan membuka kursus kuliah untuk mendidik anak muda Ternate. Gerakan ini mereda tahun 1922 ketika para pemimpinnya ditangkap namun bangkit lagi tahun 1924. Inti dari gerakan ini adalah menuntut Indonesia merdeka dan mengakhiri pendudukan Balanda. Merdeka adalah cita cita besar yang jadi dasar pemikiran dan tindakan Tan Malaka. Meski terlahir dari keluarga muslim yang taat dan khatam Al Quran pada usia 10 tahun, Tan muda melihat PKI, organisasi yang semula bernama de Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) yang didirikan oleh Henk Sneevlit dkk, sebagai elemen penting dan strategis yang bisa menyatukan semangat dan gerakan untuk merdeka.