Tan Malaka dan Ternate: Honoring The Past, Inspiring The Future

oleh -606 views

Di level lokal, pertautan antara cita cita dan polarisasi gerakan komunis versi Tan Malaka yang menginginkan Indonesia merdeka 100% menginspirasi banyak tokoh perjuangan di Ternate dan mendapat banyak pengikut terutama dari kalangan Islam. Selain perlawanan terbuka terhadap Belanda, jalur pendidikan melalui pendirian sekolah juga dilakukan. Begitu juga pembentukan organisasi pergerakan yang terstruktur dan bergerak masif. Beberapa tokoh lokal sepaham dengan Tan dalam menuntut Indonesia Merdeka. Setelah merdeka mereka kemudian berganti ideologi meninggalkan sosialisme komunis. Sebutlah nama AM Kamaruddin alias Oom Sau, Haji Ngade atau Machmud Haji Ali yang terlibat dalam pemberontakan Kapal Tujuh, Daniel Bohang yang berjuang bersama Oom Sau dan dibuang ke Digul hingga Haji Salahuddin Talabuddin.

Baca Juga  Bareskrim Limpahkan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras ke Polda Metro Jaya

Haji Salahudin menurut catatan Adnan Amal, adalah anggota SI Merah, sama dengan Tan, dan memberontak pada Belanda tahun 1925. Lolos dari sergapan Belanda, Haji Salahuddin kemudian tertangkap tahun 1941 dan dibuang ke Digul. Bebas setahun kemudian, Haji Salahuddin mengorganisir perlawanan terhadap Belanda melalui perkumpulan Sarikat Jamiatul Iman Wal Islam hingga ditangkap dan diadili tahun 1947. Bulan Juni 1948, Pahlawan Kemerdekaan ini dieksekusi mati oleh Belanda di kawasan Skep Ternate, tempat yang belakangan mekar sebagai sebuah kelurahan bernama Salahudin.