Tanggapi OPD-OPD Saya, ini Kata Akademisi Unpatti

oleh -501 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Setelah ramai seharian di media sosial facebook, pernyataan istri Gubernur Maluku, Widya Pratiwi Murad yang mengatakan, Saya bawa OPD- OPD saya Ketika melakukan kunjungan ke Kabupaten Kepulauan Aru, mendapat tanggapan dari akademisi Universitas Pattimura Ambon, Jeffry E M Leiwakabessy.

Kepada jurnalis porostimur.com, Kamis (23/9/2021), Leiwakabessy mengatakan, pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi berbagai persepsi pikiran publik, khususnya masyarakat Maluku tentang isteri Gubernur Maluku yang mengangkut sejumlah OPD (Organisasi Pimpinan Daerah), ke salah satu Kabupaten di Daerah Maluku yang menimbulkan berbagai pikiran dan wacana yang terbangun terhadap sikap dan cara Widya yang adalah duta stunting dan kurang gizi yang juga isteri Gubernur Maluku, Murad Ismail.

“Menurut pandangan saya itu sah-sah saja dalam konsep membangun Maluku, maka semua aspek baik masyarakat, pemerintah dan swasta diperlukan keterlibatan untuk membahas isu atau suatu gejala dalam masyarakat dan memerlukan perhatian khusus dari semua unsur dalam negara ini,” katanya.

Baca Juga  HUT Brimob Ke-75, Brimob Maluku Donor Darah

Leiwakabessy bilang, kegaduhan ini muncul lantaran adanya ketidak puasan dari masyarakat atau pihak publik yang melihat bahwa seorang isteri gubernur membawa berbagai pimpinan OPD, mungkin dianggap keliru.

“Menurut pandangan saya, keterlibatan OPD dalam mensosialisasikan tema tentang stunting dan kurang gizi, sebaiknya duta tersebut merancang dan melakukan koordinasi baik vertikal dan horisontal kepada jajaran-jajaran yang berkompeten untuk semua kegiatan duta tersebut, yang menjadi ruang terbuka. Yang harus dikritisi adalah, apakah wajib dalam kunjungan duta tersebut harus didampingi oleh OPD tertentu apalagi ada OPD pada tingkat kabupaten,” ujar Leiwakabessy.

“Saya rasa bahwa ketika predikat seorang duta yang adalah juga seorang isteri ya pastilah dia akan gunakan jalur ini untuk mensosialisasikan kepentingannya sebagai seorang duta. Tapi saya juga berpikir baik adanya dengan dasar pikiran saya bahwa semua tataran akan lebih memperhatikan issue dan masalah-masalah masyarakat yang muncul,” imbuhnya.

Baca Juga  Ramalan Cuaca Ambon hari ini, Sabtu 15 Agustus 2020

Jeffry menambahkan, yang menjadi pertanyaan apakah kalau duta itu bukan isteri seorang pejabat apakah dia bisa menggunakan jalur seperti ini, pastilah akan menuai banyak pikiran masyarakat dan oleh karena itu, sebaiknya Widya janganlah merangkap status sebagai ketua TIM PKK Propinsi dan Duta Stunting sehingga tugasnya hanya mendorong tugas suaminya sebagai pimpinan daerah.

“Kalau sebagai isteri dan sebagai duta pastilah fasilitas sebagai seorang isteri dan duta akan diperlukan overlay kan sama dengan melakukan kunjungan dan melibatkan OPD,” tukas Jeffry.

“Padahal di kabupaten/kota juga ada OPD dalam suatu provinsi, ini yang menjadi titik dimana banyak menuai pikiran masyarakat atau publik. Usul saya, sebaiknya kita harus membedakan posisi kita sebagai isteri pejabat dan kepercayaan yang diberikan sebagai duta atau utusan pemerintah, sehingga masing-masing tugas dapat dikerjakan dan ada yang membatasi semua pekerjaan yang diembankan, tetapi prinsipnya, saya juga berpikir positif yang di lakukan oleh Ibu Widya, semoga Maluku tetap maju, aman dan bebas dari semua beban masalah yang melingkupi provinsi ini,” pungkasnya. (keket)

No More Posts Available.

No more pages to load.