Terbengkalai, Warga Wainitu Keluhkan Keberadaan Pasar Kampung Terpadu

oleh -38 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pasar Rakyat Kampung Terpadu yang dibangun pada kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Wainitu, Kota Ambon, dinilai asal-asalan. Proyek milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, justru menjadi tempat kenakalan remaja.

Pasar Rakyat Kampung Terpadu, ini sudah dibangun dari Tahun 2018 yang lalu tetapi hingga saat ini tidak diperhatikan dan digunakan.

Jurnalis porostimur.com, yang menyambangi lokasi tersebut, Selasa (27/4/2021), menemukan bahwa pasar sudah mulai rusak dan tidak terawat. Bahkan untuk penerangan juga tidak ada. Pasar ini pun dijadikan sebagian remaja dan pemuda sebagai tempat minum minuman keras (alkohol), juga dijadikan tempat pacaran, karena tidak ada kantor pemeliharaan dan penjagaan oleh dinas terkait.

Baca Juga  Ditangkap Karena Narkoba: Ini 5 Catatan Kelam Catherine Wilson
Ace Telahala, warga Pantai Wainitu

Kepada jurnalis porostimur.com di kediamanya, Selasa (27/4/2021), Ace Telahala, warga Pantai Wainitu menjelaskan, pasar ini sudah dibangun sekitar Tahun 2018 lalu. Waktu itu ketika menteri turun untuk meresmikan taman Pantai Wainitu menteri mengatakan bahwa tidak etis kalau pasar dibangun di tengah-tengah taman kan kurang bagus

“Waktu kemarin ikut sidang Jemaat, Sekretaris Kota Ambon bilang bahwa pasar ini juga belum bisa digunakan karena nanti akan dibangun jalan tembus Gudang Arang dolo baru bisa digunakan, karena masih tunggu konfirmasi dengan Pelindo untuk jalan,” ujarnya.

Ace bilang, pasar ini sudah mulai tidak diperhatikan oleh dinas terkait, sudah mulai rusak dan perlu ditinjau langsung oleh dinas terkait supaya diketahui situasi dan kondisi pasar sekarang.

Baca Juga  Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Tolak PT. SAS di Negeri Ngara Mabone Loloda Halut

“Pasar ini juga kalo malam lampu mati jadi setiap malam ada orang duduk minum-minum, orang duduk pacaran pokoknya kaya sudah jadikan tempat itu tempat tidak bagus setiap malam,” pungkas Talahala.

Rosa Masela warga Pantai Wainitu

Senada dengan Ace, salah satu warga Pantai Wainitu bernama Rosa Masela juga membenarkan bahwa pasar tersebut dijadikan tempat minum minuman keras dan tempat pacaran, bahkan tempat itu juga dijadikan tempat perkelahian oleh anak-anak remaja.

“Coba kalo setiap malam lewat situ pasti ketemu orang mabuk, orang pacaran pasti ada. Pintu pasar itu samua rusak karena orang masuk pacaran di dalam,” ujar Rosa.

Warga sekitar dari awal tidak setuju dengan pembangunan pasar tersebut. Warga memikirkan limbah dari pasar tersebut, karena daerah itu tempat rekreasi bagi warga sekitar.

Baca Juga  Tiba di Morotai, Panglima-Kapolri Akan Cek Kesiapan Personel Jelang Pilkada

Mereka meminta kalau boleh tempat itu dijadikan tempat olahraga atau tempat rekreasi. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.