Terbukti bersalah, 9 anggota Polda Maluku jalani PTDH

oleh -123 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Sebanyak 9 anggota Polri yang bertugas dalam naungan Polda Maluku harus menjalani pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) dikarenakan terbukti bersalah melakukan perbuatan asusila, lari dari tugas (desersi) dan menelantarkan anak/keluarga.

Pemberhentian kesembilan anggota sebagai anggota Polri ini, dilakukan melalui upacara PTDH di Lapangan Polda Maluku Letkol CHR. Tahapary-Ambon, Kamis (17/1).

Ke-9 anggota Polri dalam naungan Polda Maluku maupun jajarannya yang menjalani PTDH dimaksud yakni :

1. Aiptu Indra Tri Sucahyo yang menjabat sebagai Brigadir bidang Propam Polda Maluku, melanggar Pasal 14 huruf a PPRI No 1 tahun 2003 (Disersi).

Link Banner

2. Brigpol Mahdi AlHabsi yang menjabat sebagai Brigadir bidang Propam Polda Maluku, yang melanggar Pasal 14 huruf a PPRI No 1 tahun 2003 (Disersi).

3. Brigpol I Ketut Sukertia yang menjabat sebagai Brigadir Satuan Brimob Polda Maluku, yang melanggar Pasal 14 huruf a PPRI No 1 tahun 2003 (Disersi).

Baca Juga  Pangkat Kapolda Malut Akan Dinaikkan Menjadi Irjen Pol

4. Brigpol Zeth Ballry Tanate yang menjabat sebagai Brigadir Satuan Brimob Polda Maluku, yang melanggar Pasal 11 dan Peraturan Kapolri (Perkap) No 14 tahun 2011 (Penelantaran keluarga).

5. Briptu Abdul Haris yang menjabat sebagai Brigadir Satuan Brimob Polda Maluku, yang melanggar Pasal 14 huruf b PPRI No 1 tahun 2003 (Disersi).

6. Bripda Muh. Saldy Tuasalamony yang menjabat sebagai Brigadir Satuan Brimob Polda Maluku, yang melanggar Pasal 14 huruf b PPRI No 1 tahun 2003 (Disersi).

7. Brigpol A. M. Lestaluhu yang menjabat sebagai Brigadir Polres MMalteng yang melanggar Pasal 14 huruf b PPRI No 1 tahun 2003 (Disersi).

8. Briptu Fransye Latuny yang menjabat sebagai Brigadir Polres Malteng yang melanggar pasal 14 huruf b PPRI No 1 tahun 2003 (Asusila).

9. Brigpol Yaman Galela pada Polres Maluku Barat Daya (MBD) yang melanggar Pasal 11 huruf c dan Peraturan Kapolri (Perkap) No 14 tahun 2011 (Asusila).

Baca Juga  Lukas Enembe Marah Dituding Mendukung Penarikan TNI dari Papua

Dalam upacara ini, proses PTDH dilakukan secara simbolis oleh Kapolda kepada 6 oknum anggota Polda Maluku yang berlangsung di Kota Ambon, sedangkan 3 lainnya menjalani PTDH pada wilayah hukum masing-masing pada hari yang sama pula.

Kapolda Maluku, Irjen Pol Royke Lumowa,MM, saat membacakan surat keputusan PTDH, menjelaskan 9 oknum tersebut melakukan pelanggaran berat yang terjadi sekitar 2 sampai 3 tahun lalu.

Hingga beberapa waktu lalu, akunya, belum adanya kejelasan administrasi atas pelanggaran dimaksud, sehingga PTDH baru bisa dilakukan hari ini.

”Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dilakukan terhadap Sembilan anggota. Dua di Polres Maluku Tengah dan satu di MBD. Di sini ada enam. Karena belum ada kejelasan administrasi mereka di PTDH atau tidak, saya bilang PTDH,” ujarnya.

Menurutnya, PTDH ini bukan hanya berlaku pada ke-9 anggota dimaksud saja, namun juga akan diterapkan kepada beberapa anggota lainnya yang terlibat kasus narkoba di tahun sebelumnya yang sudah inkrah, termasuk kasus pembunuhan di tahun 2018.

Baca Juga  Terkepung Corona, Kenapa Negara Kita Perlu Melakukan Lockdown?

”Ada kasus meninggalnya orang karena dia (oknum polisi-Red) mabuk, main-main rolet senjata, itu juga lagi di proses dalam waktu dekat kita juga akan PTDH. Kasus narkoba yang sudah inkrah pidana umumnya akan diproses. Yang sudah benar, cocok sesuai aturan, kita tidak akan ragu ragu lakukan PTDH,” tegasnya.

Meskipun kesembilannya sudah bukan menjadi bawahannya lagi, namun Lumowa sangat mengharapkan agar kesembilannya biasa berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik serta hidup menurut jaan yang benar serta taat aturan.

”Mudah mudahan dengan PTDH ini, mereka bisa insaf, memilih jalan yang benar walapun sudah dipecat dari anggota polisi,” pungkasnya. (keket)