Thomas Cup dan Dua Teori

oleh -4 Dilihat

Anehnya, dalam pandangan kaum Marxis, negara itu diperlukan untuk mencapai masyarakat itu. Perlu ada kediktatoran kaum proletariat untuk mewujudkan masyarakat Sosialis itu.

Nah, dalam perspektif ini kemenangan PBSI dalam Thomas Cup ini jelas tidak sejalan dengan kediktatoran proletariat. PBSI adalah lembaga swasta — bukan milik publik dan tidak dikendalikan oleh proletariat, kecuali yang para penontonnya mungkin sebagian besar adalah kalangan proletar.

Kemenangan PBSI ini mungkin akan membuat kaum Libertarian bersuka cita. Kaum ini sangat anti terhadap negara. Mereka lebih kongkrit dari kaum Marxis karena mereka anti negara dari sejak awal.

Fokus Libertarianisme adalah pada kebebasan individu. Jadi apa saja yang mengekang kebebasan individu harus diberantas tuntas. Mereka percaya bahwa kemajuan hanya bisa dicapai kalau orang memaksimalkan kemampuannya.

Tidak ada cara lain untuk memaksimalkan kemampuan kecuali persaingan bebas. Siapa yang hebat, kuat, inovatif, cerdas, dia yang menang. Katakanlah ini semacam Darwinisme sosial. Walaupun agak berbeda juga dan tidak ada ruang disini untuk mengulasnya lebih dalam.

Baca Juga  4 Syarat Mahar Pernikahan agar Sah Menurut Islam

Itu sebabnya kaum Libertarian anti negara. Mereka melihat negara sebagai penghalang kebebasan individual. Mereka sangat pro pasar kapitalisme. Hanya kapitalisme yang mampu memajukan umat manusia karena disini kebebasan (baca: persaingan) dimaksimalkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.