Mereka percaya, kompetisi akan membawa kemajuan. Sebaliknya, regulasi dan redistribusi — yang biasanya dilakukan oleh negara — akan mematikan persaingan dan dengan demikian menghambat kemajuan.
Nah, siapa kira-kira lebih bangga dengan keberhasilan PBSI menyabet Thomas Cup?
Saya kira kaum Marxis akan mengutuk kemenangan swasta ini. Lembaga seperti PBSI itu seharusnya milik negara dan harusnya tunduk dibawah negara. Bukan PBSI yang seharusnya menjadi pemenang. Tapi negara — dalam bentuk idealnya adalah sebuah kediktatoran proletariat (dalam konteks kekinian — kediktatoran oligarkis? 🙂
Kaum Libertarian mungkin akan sedikit tersenyum. Pemenangnya adalah lembaga swasta. Bukan negara. Tapi mungkin senyum mereka akan hilang demi mendengar bahwa PBSI menerima dana dari APBN — yang berasal dari pajak warga. Itu tidak seharusnya terjadi! Biar PBSI bersaing dengan kekuatan sendiri!
Jadi, kemenangan PBSI ini membuat teori-teori tentang negara dari kedua pandangan tersebut lebih bernuansa.
Terus, Anda berdiri di paham yang mana? Oh, Pancasila? Mengapa? Karena mantan Marxis banyak di pemerintahan dan Libertarian masuk Golkar? 😛 (*)










