Tidak Ada Krisis untuk Elit Mahakuasa

oleh -246 views

Kita memang belum merasakan krisis ini. Semuanya ini masih bisa ditanggungkan karena kita masih bisa mencari subsitusi. Selama kita bisa makan nasi disiram kuah IndoMie, saya kira kita akan baik-baik saja.

Itulah sebabnya para elit kita sekarang memiliki rasa kepercayaan diri (self-confidence) yang sangat tinggi. Dalam krisis pandemi ini, mereka masih bicara tentang balap motor dan mempromosikan habis-habisan betapa pentingnya nonton balapan di Sirkuit Mandalika.

Bahkan kabarnya Gubernur NTB mewajibkan para pegawai bawahannya membeli karcis untuk nonton balap motor di Mandalika. Seakan naiknya harga minyak goreng dan tempe-tahu bisa digantikan dengan hiburan di Mandalika.

Dan, para elit kita sudah bicara perpanjangan masa jabatan presiden. Alasannya? Perang di Ukraina dan efek pandemi. Sebagian menyebut alasan lain demi kelangsungan proyek Ibukota Negara Baru.

Oh yang terakhir ini adalah proyek yang memakan beaya US$35 milyar atau Rp 501 trilyun. Ini jumlah fantastis yang menggiurkan. Barangkali ini pula yang menjelaskan mengapa para elit kokoh bersatu menentang perubahan — perubahan kepemimpinan yang demokratis lewat pemilihan umum.

Baca Juga  Golkar Tunjuk Ely Toisutta, Yunus Serang dan Richard Rahakbauw Jadi Plt di Ambon, Malra dan MBD

Lalu apa rangkaiannya dengan harga batubara? Baik dimasa perang mau pun damai; di masa pandemi maupun endemi; di masa sehat maupun sakit … para elit ini selalu menjadi pemenangnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.