Tidak Ada Krisis untuk Elit Mahakuasa

oleh -243 views

Kita tahu bahwa energi merupakan hal yang sangat sensitif dalam ekonomi politik Indonesia. BBM Indonesia disubsidi besar-besaran oleh pemerintah. Presiden yang berani menaikkan harga BBM akan segera mendapati popularitasnya melorot.

Seberapa lamakah pemerintah akan mampu menahan kenaikan harga energi ini karena semakin naik, beaya subsidi akan semakin membengkak? Di tingkat konsumen kenaikan itu sudah dirasakan. Harga gas elpiji non-subsidi 12 kg kabarnya sudah naik Rp 25 ribu. Kita tunggu apakah pemerintah bisa bertahan untuk tidak mengurangi subsidi yang semakin meninggi.

Efek perang ini terhadap ekonomi global ini sudah jelas. Ia akan dirasakan pula di dalam negeri. Naiknya harga energi akan mempengaruhi komoditas-komoditas lainnya.

Baca Juga  DPRD Maluku Soroti Minimnya Pengelola Asrama di Sekolah Siwalima Ambon

Sodara mungkin senang bahwa batubara naik hampir empat kali lipat dan produksi kita ratusan juta ton itu akan menghasilkan berton-ton uang dollar juga. Namun, harus diingat, para industri batubara itu dikuasai oleh para “Coal Baron” — dengan nama-nama seperti Thohir, Uno, Soerjadjaja, Panjaitan, dan lain-lain. Mereka ada di lingkaran lapis pertama kekuasaan di negeri ini.

Kesanalah dollar yang berton-ton itu mengalir. Sementara, gas elpiji, minyak goreng, kedele, daging sapi … semua komoditi yang sekarang harganya melambung itu adalah kebutuhan rakyat biasa.

No More Posts Available.

No more pages to load.