Rofiko menambahlan, kekuatan gerakan ini adalah pada “komunitas imajiner” yang terbentuk tanpa saling mengenal namun punya sebuah keinginan yang sama, yaitu mencerdaskan anak bangsa.
“Seribu Buku untuk Anak Pulau, adalah sebuah langkah kecil di antara derapan ribuan langkah yang telah banyak diambil di negeri ini. Semoga Tuhan meridhoi,” pungkasnya. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News











