Porostimur.com, Jakarta — Tokoh senior Maluku, Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina, mengingatkan pentingnya penguatan pangan lokal di Maluku dan berbagai wilayah di kawasan timur Indonesia sebagai langkah antisipatif menghadapi situasi global yang kian tidak menentu dan berisiko mengarah pada Perang Dunia III.
Peringatan tersebut disampaikan Engelina Pattiasina, yang juga Direktur Archipelago Solidarity Foundation, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
“Perkembangan dunia sangat mengkhawatirkan, seolah hanya dihadapkan pada dua pilihan: perang atau diplomasi. Idealnya tentu diplomasi, tetapi prasyarat utama diplomasi, yakni kepercayaan, justru tidak tercermin dari sikap negara-negara besar,” ujar Engelina.
Eskalasi Global dan Ancaman Perang Dunia
Menurut Engelina, memasuki bulan pertama tahun 2026, tensi geopolitik global menunjukkan eskalasi serius. Persaingan negara-negara besar dalam memperebutkan pengaruh memicu ketegangan di berbagai kawasan strategis seperti Venezuela, Greenland, Timur Tengah, Eropa, dan Asia Timur.
“Percikan api ini jika terus dibiarkan akan berkembang menjadi kobaran besar yang menyeret dunia ke arah Perang Dunia III,” katanya.
Ia menjelaskan, pasca Perang Dingin, dunia relatif stabil. Namun, kemunculan kekuatan-kekuatan baru seperti BRICS—yang dipelopori Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan—telah mengubah keseimbangan global dan menciptakan polarisasi baru dalam hubungan internasional.









