Tren Stagnan, Istana Mulai Gusar

oleh -293 views

Oleh: Isa Ansori, Kolumnis dan Akademisi, Tinggal di Surabaya

Debat cawapres kedua, tanggal 21 Januari 2024 menyisahkan banyak masalah di paslon 2 yang didukung istana. Pasalnya paska debat kedua cawapres, sang putra mahkota, Gibran melakukan blunder yang menyebabkan elektabilitas Prabowo anjlok dan tak beranjak lagi. Berbeda dengan Cawapres paslon 01 Muhaimin Iskandar dan Cawapres 03, Mahfud MD. Keduanya mengalami trend positif, Muhaimin sebesar 70 % dan Mahfud sebesar 60 ℅. Gibran anjlok mengalami tren positif hanya 30 %.

Anjloknya trend itulah yang membuat kubu istana semakin gusar dan mulai tidak percaya diri. Penyebabnya adalah sikap Gibran yang congkak, meremehkan dan cenderung menjatuhkan lawan debat dengan menyerang personal, kehilangan substansi debat, kehilangan etika dan sopan santun kepada lawan bicara meski yang dihadapi adalah orang orang terhormat sebagai cawapres. Gibran kehilangan kesantunan dan etika. Gaya “Savage”, melakukan tindakan yang asdis dan kejam, kehilangan etika , tatakrama dan sopan santun memperlakukan lawan debat, hanya bertujuan untuk mempermalukan lawan. Sebuah gaya yang jauh dari nilai nilai keadaban, dan sekaligus memberikan gambaran ke public, bahwa revolusi mental yang digaungkan Jokowi gagal total, kepada sang putra mahkota saja, Jokowi gagal mendidik sopan santun. Inilah yang menyebabkan kubu 02 mendapatkan hujatan dari masyarakat. Untuk menutupi kesalahan yang dilakukan sang putra mahkota, kubu 02 harus belepotan mencari dalih pembenar.

No More Posts Available.

No more pages to load.