Yang dibangun bukan masyarakat yang mudah panik, melainkan masyarakat yang tanggap, terlatih dan tahu harus berbuat apa ketika keadaan darurat terjadi.
Kolaborasi Indonesia-Jepang Perlu Berkelanjutan
Penguatan mitigasi bencana di Ambon juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.
Keterlibatan Kyoto University dan Tohoku University membawa pengalaman Jepang dalam menghadapi gempa, tsunami dan berbagai ancaman bencana lainnya.
Pengalaman tersebut tentu tidak dapat begitu saja diterapkan di Ambon. Karakter geografis, sosial dan kebencanaan setiap wilayah berbeda.
Namun, pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan dari pengalaman panjang Jepang dapat menjadi bahan pembelajaran untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi Ambon dan Maluku.
Keterlibatan ITB, Universitas Syiah Kuala dan Universitas Pattimura juga memperkuat pendekatan berbasis penelitian, pendidikan dan teknologi.
Tantangannya adalah memastikan kolaborasi tersebut tidak berakhir bersamaan dengan seremoni peresmian.
Justru setelah tugu berdiri dan EWS dipasang, pekerjaan yang lebih penting dimulai.
Perangkat harus dipelihara. Sistem harus diuji. Data harus diperbarui. Masyarakat harus terus diedukasi. Simulasi evakuasi harus dilakukan. Jalur evakuasi harus jelas dan mudah diakses.










