“Kapan dan dimana saudara Morits lakukan intimidasi, bahkan faktanya terbalik, Morits bersama keluarganya yang hampir dihakimi masa pendukung mantan Kades sudara Jondri Kapuw yang memprofokasi warga saat pengukuran berlangsung, karena tidak mengakui kepemilikan keluarga Tamaela, dan coba buktikan warga siapa yang diteror oleh Morits untuk harus membayar tanah dan jika tidak akan dibongkar. Kami punya bukti rekaman video seluruh tahapan yang berlangsung disana, jangan main opini,” jelas Berhitu.
“Saya himbau kepada warga yang belum melakukan pendekatan dengan keluarga Tamaela untuk segera mengambil langkah kerjasama, daripada harus membuang waktu dan tenaga untuk mencari jalan yang tidak akan ada ujung penyelesaian. saudara Morits itu sejak awal tidak mau menyusahkan masyarakat, itu semua ada dalam bukti pernyataan yang disampaikan dihadapan masyarakat saat pertemuan lalu. Buktinya 84 kk itu akan siap peroleh sertifikat lewat PTSL tahun 2021 ini, saya sarankan sisa 52 kk ini berehenti dan atur secara baik dengan keluarga Tamaela, saya siap bantu memediasi hal ini,” tutupnya. (nicolas)





