Tunjuk Eks Napi Koruptor Jadi Tim Percepatan Pembangunan, Gubernur Malut Dinilai Tak Paham Aturan

oleh -2,594 views

Menurut Hendra, Maluku Utara saat ini tidak sedang baik-baik saja. Penyakitnya hanya satu, yaitu tata kelola keuangan yang amburadul dan buruk. Hutang menumpuk, defisit dari tahun ke tahun, jual beli jabatan, jual beli tender dan jual beli perizinan. Selain itu, pembangunan Ibukota Sofifi tidak terurus, infrastruktur jalan dan jembatan rusak mencapai 80 persen.

“Ini borok tata kelola keuangan. Dan ini harus segera dibenahi. Saya juga pernah ribut sejak kasus korupsi mantan Gubernur AGK. Mendesak kepada aparat penegak hukum agar pelaku tindak pidana gratifikasi harus diproses,” ungkap mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dua periode itu.

Hal senada juga disampaikan tokoh Maluku Utara Muslim Arbi. Direktur Gerakan Perubahan ini menilai penunjukan Abjan lebih pada faktor emosional kedekatan yang bersangkutan dengan keluarga Benny Laos tanpa mempertimbngkan aspek profesionalisme.

Baca Juga  Ini 5 Alasan Mengapa Cancer Disebut Zodiak Paling Sensitif

“Jangan kelola pemerintahan dengan emosional. Kalau pakai orang luar atau non struktural kan konsekwensi biaya juga tuh lalu koar-koar komitmen efesiensinya mana?,” ujarnya dengan nada tanya.

Muslim Arbi mengaku, awalnya menaruh harapan besar kepada Sherly yang menurut dia bakal bisa dan mampu membawa perubahan dan menjadikan Malut lebih baik.

No More Posts Available.

No more pages to load.