@Porostimur.com | Ambon : Struktur kepengurusan DPD PDIP Maluku yang dipuncaki Murad Ismail didampingi Edwin Huwae sebagai Sekretaris dan Lucky Wattimury sebagai Bendahara, harus dilihat sebagai komposisi kepemimpinan yang berisikan kombinasi antara eksekutif dan legislatif.
Hal ini dibenarkan Ketua DPP bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Andreas G Pareira, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di sela-sela Konferda PDIP Maluku, Minggu (21/7).
”Tentu DPP melihat semua potensi yang ada di Propinsi Maluku, bahwa ada kader PDIP dari pihak eksekutif Pak Murad sekarang. Kemudian ada Pak Edwin, ada Pak Lucky, yang merupakan kader-kader potensial. Ini merupakan komposisi yang lengkap antara eksekutif dan ada legislatif yang ada di dalam struktur partai.
Sehingga, kedepan kita bicara PDIP ini ingin menjadi dan membangun dirinya menjadi partai pelopor. Karena infrastrukturnya itu sudah ada. Infrastrukturnya yaitu partai dengan kepemimpinan yang ada di eksekutif, dan kepemimpinan yang ada di legislative,” ujarnya.
Keberadaan Ismail dalam tubuh DPD PDIP Maluku sendiri, akunya, dinilai sebagai kader yang membantu membangun kembali kejayaan PDIP di Maluku.
”Beliau (Murad Ismail-red) adalah kader PDIP. Sebelumnya adalah seorang polisi brimob. Tetapi kemudian setelah menjadi gubernur, tetap mundur, harus sipil kan. Dan dia didukung oleh PDIP sehingga sekarang. Ya, kita bisa melihat bahwa beliau sebagai orang sipil dan bergabung di PDIP. Ya berarti kader PDIP,” jelasnya.




