Tuntutan Tak Diakomodir, Organda Tikep Lakukan Aksi Mogok

oleh -0 Dilihat

Berdasarkan irgormasi, ada kedapatan ada sopir angkot yang mengisi di SPBU harus mendapat ijin, baru mengisi lagi.

“Kalau itu, hal yang keliru. Bicara tab, kita kembali melihat lagi, misalnya di hari Idul Fitri pelayanannya cukup padat. Saya jamin, di hari-hari biasa tidak akan terjadi, dan apabila kedapatan, saya akan berikan sanksi secara institusi,” tegas Amir.

Amir mengatakan, penyesuaian ini dikarenakan stok petralite yang ada di Kota Tidore Kepulauan tidak mencukupi kebutuhan.

“Yang saya ketahui, petralite di bulan Agustus ebanyak 80 ton, dan di bulan ini sebanyak 35 ton. Makanya solusi yang kami tawarkan itu, dengan penyesuian torang juga mengisi BBM jenis petramax,” katanya.

Dalam penyesuain tarif yang dipakai saat ini, Amir menyebutkkan, kami masih menggunakan tarif lama dengan rute dari pelabuhan Rum-Terminal Soasio sebesar Rp19.000.

Baca Juga  Pemkot Ambon Gandeng UKIM, Perencanaan Pembangunan Diperkuat Berbasis Riset

“Kalau hitungan tarif menggunakan 12.750.000 sesuai harga petramax yang kemarin. Sekarang di angka 14.850.00, dan apabila Pemerintah menjamin semua itu, maka tidak penyesuaian tarif,” pungkasnya.

Harapannya, aksi mogok ini yang dituntut adalah harus ada penyesuaian tarif dengan tujuan tidak dirugikan, ketika ada yang mengisi petramax.

“Apabila solusi belum dapat, kami tetap melakukan aksi mogok, sampai keputusan resmi dari Pemerintah daerah,” cetusnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.