Porostimur.com, Namlea – Kabupaten Buru disebut sedang berada di titik persimpangan penting dalam pembangunan. Di satu sisi, daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan Maluku ini terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Hal ini disampaikan Ketua DPD I Partai Golkar Maluku Umar Lessy, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru, Jumat (10/4/2025).
Menurut Umar, jika melihat secara lebih luas, kondisi Maluku—termasuk Kabupaten Buru—menunjukkan dua wajah yang harus dipahami secara jujur dan objektif.
“Di satu sisi, perekonomian Maluku terus tumbuh di kisaran 4 persen dalam dua tahun terakhir. Ini menunjukkan adanya pergerakan ekonomi yang tetap terjaga. Namun di sisi lain, laju tersebut masih perlu dipercepat agar mampu mengejar ketertinggalan dari rata-rata nasional,” ujarnya.
Potensi Besar, Tantangan Nyata
Umar menegaskan, Kabupaten Buru memiliki fondasi yang kuat sebagai daerah dengan potensi besar. Sejarah panjang, kerja keras masyarakat, serta kekayaan sumber daya alam menjadikan daerah ini sebagai salah satu wilayah strategis di Maluku.
Dalam lebih dari satu dekade terakhir, pembangunan di Buru disebutnya menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan sektor pertanian.











