Dengan demikian, kebun hidroponik tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi sayuran, tetapi juga dapat menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan akademik dan praktik usaha.
Dibuka untuk Kolaborasi Sivitas Akademika
Pengembangan hidroponik juga membuka peluang kolaborasi lebih luas di lingkungan Universitas Pattimura.
Prof. Malle membuka peluang pemanfaatan fasilitas tersebut bagi dosen maupun sivitas akademika yang memiliki ketertarikan untuk mengembangkan kegiatan serupa melalui kerja sama dengan institusi.
Peluang kolaborasi itu diharapkan dapat memperluas pemanfaatan fasilitas sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi baru di bidang pertanian dan kewirausahaan.
Pengembangan hidroponik pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan panen, tetapi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Selain mendukung ketersediaan sayuran, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya kewirausahaan dan pengembangan usaha produktif di lingkungan kampus.
Bagi Universitas Pattimura, keberadaan hampir 4.000 titik tanam itu menjadi modal awal untuk terus mengembangkan potensi pertanian perkotaan sekaligus memperkuat peran kampus dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Dari kebun hidroponik, Unpatti tidak hanya memanen sayuran.
Ada gagasan yang ingin ditumbuhkan bersamaan: pemanfaatan sumber daya, pembelajaran, kewirausahaan dan kemandirian kelembagaan yang dapat terus dikembangkan dari lingkungan kampus.











