UPN Veteran Jakarta Teliti Ketahanan Budaya Gen Z di Kepulauan Banda

oleh -49 views

Peran Sentral Desa Adat dan Keluarga

Temuan penelitian menunjukkan bahwa Desa atau Kampung Adat memegang peran sentral dalam menjaga ketahanan nilai budaya. Ikatan masyarakat terhadap Desa Adat terlihat kuat, bahkan ketika mereka berada di perantauan.

Salah satu contohnya adalah tradisi Pencucian Sumur Pusaka (Cuci Parigi Pusaka) di Banda Besar (Lonthoir), yang digelar setiap sepuluh tahun.

Masyarakat dari berbagai daerah kembali pulang untuk mengikuti prosesi adat, menandakan kuatnya rasa memiliki terhadap tradisi leluhur.

Peran Desa Adat semakin diperkuat oleh fungsi keluarga sebagai perpanjangan tangan dalam mewariskan nilai budaya kepada generasi muda.

Meski penggunaan gadget masif terlihat di Banda, termasuk pada anak-anak, nilai-nilai budaya tetap terpelihara berkat pengaruh adat dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  “Naik Kelas” Pemkot Ambon Raih Opini WTP dari BPK RI

Tantangan Era Digital terhadap Nilai Budaya

Penelitian ini juga mencatat adanya tantangan jangka panjang. Penetrasi nilai-nilai global melalui game, konten digital, dan platform daring dapat membawa nilai yang tidak selalu selaras dengan budaya lokal. Pola penyisipan nilai yang halus dan sulit terdeteksi berpotensi memengaruhi cara pandang Gen Z secara perlahan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa meski Gen Z menghadapi berbagai ancaman budaya di era digital, kekuatan komunitas adat, peran keluarga, dan partisipasi aktif dalam kegiatan budaya menjadi benteng penting dalam menjaga ketahanan nilai budaya di Maluku Tengah, khususnya Kepulauan Banda.

No More Posts Available.

No more pages to load.