Porostimur.com | Galela: Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) Nurul Huda, Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, terpaksa mengikuti ujian di bawah tenda terpal yang dipasang pihak sekolah pada lokasi yang dapat menangkap sinyal internet.
Kisah miris ini dibagikan oleh seorang nitizen bernama Muhammad Iksan di akun Facebook miliknya, Rabu (24/3/2021).
Iksan mengunggah dua buah foto suasana para siswa yang tengah mengikuti ujian di bawah naungan tenda dengan caption “Ini torang pe daerah/Provinsi, cari jaringan Ujian model ini…
Mana ngoni punya….?”.
Unggahan Iksan pantas dikomentari oleh salah satu jurnalis senior di Maluku Utara Mahmud Ichi. Lelaki yang akrab disapa Michi ini menulis di kolom komentar “Ini di mana ni masih di Indonesia ka cceh”.
Sejumlah warganet ikut berkicau seperti Faizal Ibrahim yang menulis komentar “Aow keadaan itu tra bisa badiam kaka., 😡”.

Susanti Yoissangaji salah satu guru SMA yang juga sebagai pemerhati pendidikan di desa Mamuya mengatakan, pihak sekolah mengaku kesulitan untuk mendapatkan sinyal 4G di base transceiver station (BTS) karena selama ini tidak ada akses tersebut. Padahal, untuk mendapatkan nilai kelulusan, para siswa diwajibkan mengikuti ujian madrasah berbasis komputer dan smartphone.




