Viral, Kesulitan Akses Internet, Puluhan Siswa di Halmahera Utara Ujian Online di Tenda

oleh -398 views
Link Banner

Porostimur.com | Galela: Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) Nurul Huda, Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, terpaksa mengikuti ujian di bawah tenda terpal yang dipasang pihak sekolah pada lokasi yang dapat menangkap sinyal internet. 

Kisah miris ini dibagikan oleh seorang nitizen bernama Muhammad Iksan di akun Facebook miliknya, Rabu (24/3/2021).

Iksan mengunggah dua buah foto suasana para siswa yang tengah mengikuti ujian di bawah naungan tenda dengan caption “Ini torang pe daerah/Provinsi, cari jaringan Ujian model ini…
Mana ngoni punya….?”.

Unggahan Iksan pantas dikomentari oleh salah satu jurnalis senior di Maluku Utara Mahmud Ichi. Lelaki yang akrab disapa Michi ini menulis di kolom komentar “Ini di mana ni masih di Indonesia ka cceh”.

Link Banner

Sejumlah warganet ikut berkicau seperti Faizal Ibrahim yang menulis komentar “Aow keadaan itu tra bisa badiam kaka., 😡”.

Baca Juga  Kwik Kian Gie Ngaku Sangat Ketakutan di Rezim Ini, Ini Tanggapan Susi Pudjiastuti dan HNW

Susanti Yoissangaji salah satu guru SMA yang juga sebagai pemerhati pendidikan di desa Mamuya mengatakan,  pihak sekolah mengaku kesulitan untuk mendapatkan sinyal 4G di base transceiver station (BTS) karena selama ini tidak ada akses tersebut. Padahal, untuk mendapatkan nilai kelulusan, para siswa  diwajibkan  mengikuti ujian madrasah berbasis komputer dan smartphone. 

Tagal itu, pihak sekolah bersama orang tua lantas bersepakat untuk mendirikan tenda terpal di Tanjung Wauo Desa Mamuya yang berjarak 3 km dari lokasi sekolah agar para siswa dapat menempuh ujian secara online.

“Jadi orang tua murid berinisiatif mendirikan tenda. Kita disini tidak ada jaringan. Kasihan juga anak-anak. Untuk mengikuti ujian saja  harus berjalan kaki sejauh 3 Km menuju tanjung Wauo,” terang Susanti 

Baca Juga  Apresiasi warga Maluku, Revianto resmi jabat Kapolda Kepri

Lanjut kata dia, bagi Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Desa Mamuya ujian berbasis online ini merupakan kali pertama setelah sebelumnya ujian dilakukan dengan cara manual dengan alasan tidak ada jaringan. Namun kali ini diwajibkan mengikuti ujian berbasis online.

Guna mengatasi hal ini masyarakat setempat telah menyampaikan aspirasi mereka  lewat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) daerah pemilihan (dapil) Galela- Loloda pada saat reses. Dengan harapan agar  masalah ini secepatnya di atasi.

“Sudah kami sampaikan kepada dua anggota Dewan yaitu Samsul Bahri dan Fahmi Juba waktu reses. Namun sampai saat ini belum ada titik terang,” ungkap Susi seperti dilansir dari suaraindonesia.id

Selain penyampaian aspirasi ke anggota DPRD, Susi juga meminta kepada Pemda lewat  Dinas Komunikasi dan Informasi (DiskomInfo) agar berupaya pengadaan tower BTS di wilayah itu. (red)