Tagal itu, pihak sekolah bersama orang tua lantas bersepakat untuk mendirikan tenda terpal di Tanjung Wauo Desa Mamuya yang berjarak 3 km dari lokasi sekolah agar para siswa dapat menempuh ujian secara online.
“Jadi orang tua murid berinisiatif mendirikan tenda. Kita disini tidak ada jaringan. Kasihan juga anak-anak. Untuk mengikuti ujian saja harus berjalan kaki sejauh 3 Km menuju tanjung Wauo,” terang Susanti
Lanjut kata dia, bagi Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Desa Mamuya ujian berbasis online ini merupakan kali pertama setelah sebelumnya ujian dilakukan dengan cara manual dengan alasan tidak ada jaringan. Namun kali ini diwajibkan mengikuti ujian berbasis online.
Guna mengatasi hal ini masyarakat setempat telah menyampaikan aspirasi mereka lewat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) daerah pemilihan (dapil) Galela- Loloda pada saat reses. Dengan harapan agar masalah ini secepatnya di atasi.
“Sudah kami sampaikan kepada dua anggota Dewan yaitu Samsul Bahri dan Fahmi Juba waktu reses. Namun sampai saat ini belum ada titik terang,” ungkap Susi seperti dilansir dari suaraindonesia.id
Selain penyampaian aspirasi ke anggota DPRD, Susi juga meminta kepada Pemda lewat Dinas Komunikasi dan Informasi (DiskomInfo) agar berupaya pengadaan tower BTS di wilayah itu. (red)




