Setelah mengonsumsi kedua obat tersebut, Afina tiba-tiba merasakan gejala yang tak enak. Akhirnya ia langsung dilarikan ke rumah sakit di Bandung dan dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri.
“Dan ternyata langsung lah ada mata berair, terus ruam-ruam di wajah, terus bibir aku langsung bengkak. Tapi akhirnya aku langsung ke Islam Bandung gitu. Ternyata dibilang yasudah isoman aja karena aku COVID-19, di-ronsen juga biasa aja, cek lab biasa aja, yasudah akhirnya aku pulang. Setelah pulang tangan tu kayak gini melepuh, nggak bisa jalan, jadi kaki aku juga begini merah-merah, aku nggak bisa jalan,” sambungnya.
Karena ruam di tubuhnya terus menyebar dan membengkak, ia pun dibawa ke rumah sakit di Bekasi untuk dilakukan tes ana profile karena sempat didiagnosis bahwa ia mengalami autoimun. Ternyata hasil tes-nya negatif dan ia dinyatakan mengidap stephen johnson syndrom (sjs).
Lalu apa itu Sindrom Stevens-Johnson (SJS)?
Stevens-Johnson (SJS adalah gangguan kulit dan selaput lendir yang langka dan serius. Biasanya kelainan ini terjadi karena reaksi terhadap pengobatan. Adapun gejalanya seperti flu, diikuti dengan ruam membuat kulit perih yang menyebar dan melepuh. Kemudian lapisan atas kulit yang terkena akan mati, mengelupas dan mulai sembuh setelah beberapa hari.









